PESAN KEBANGKITAN

UNTUK

PUTRA DAN PUTRI

UMMAT YANG TERLUKA

=======================================================

Saudara-saudara kaum muslimin yang kami cintai..

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh..

Perkenankanlah kami, Harakah Sunniyah untuk Masyarakat Islami (HASMI), sebuah gerakan dakwah kebangkitan, menyampaikan pesan singkat dan ajakan ini.Kejayaan dan kecemerlangan dunia yang membahagiakan, ada pada penitian jalan yang lurus, jalan wahyu Ilahy… Semua jalan selain jalan itu adalah jalan kesengsaraan yang selalu dibanjiri oleh arus derita.Hal itu adalah tatanan dasar kehidupan sejak terciptanya kehidupan ini. Tatanan yang tak akan berubah sepanjang masa… Penyelisihannya adalah bencana yang besar.

Tanpa sedikitpun mengurangi nilai-nilai kemulyaan yang ada di negeri ini, kita akui bahwa kondisi penyelisihan jalan Ilahi yang lurus, Sirotulmustaqim, di negeri kita dewasa ini sudah sangat memprihatinkan sekali. Kesyirikan-kesyirikan, kepalsuan-kepalsuan, kerusakan akhlak, pembangkangan besar-besaran terhadap hukum-hukum Alloh subhanahu wa ta’ala di seluruh bidang kehidupan dan lain-lainnya sudah menjadi bagian yang besar dari kehidupan masyarakat kita.

Masyarakat kita dipenuhi oleh kenistaan-kenistaan. Korupsi.. judi.. miras.. porno aksi.. penindasan-penindasan.. takhayul.. kepalsuan-kepalsuan dan lain-lain. Semua itu akan, bahkan sudah menyebabkan bencana-bencana yang terus-menerus menimpa kita! Banjir… dan banjir lagi, gempa, letusan gunung merapi, bermacam-macam penyakit; demam berdarah, flu burung dan sekarang… sekarang! Flu babi, yaa flu babi yang dangat diharamkan! Bencana, bencana dan bencana. Bencana-bencana itu tak akan pernah berhenti sampai kita semua terbinasakan! Kecuali bila kita mau bangkit kembali meniti Sirotulmustaqim, Islam yang murni, yang tidak tersusupi oleh ritual-ritual palsu karangan tangan-tangan kotor para penoda. Sampai kita bertekad meninggalkan kenistaan-kenistaan itu. Dengan demikian bukan hanya keselamatan dunia saja yang dicapai, tetapi juga kebahagiaan akhirat, yang pada hakikatnya adalah tujuan kita yang utama.

Mari bergabung dengan HASMI, berupaya membentuk masyarakat yang Islami demi meraih keselamatan dan kebahagiaan dunia dan di akhirat. Jalan yang kami tempuh untuk tujuan ini adalah jalan dakwah yang damai dan tentram.

Kami memilih strategi dakwah, karena demikianlah strategi para rasul. Kami menolak strategi kekerasan yang hanya melahirkan kekacauan, ketakutan dan kerusakan. Strategi seperti ini tidak bisa melahirkan sebuah kebangkitan. Walaupun kami meyakini bahwa jalan parlementer tidak akan melahirkan kebangkitan, karena kebangkitan jiwa hanya bisa terjadi dengan pencerahan jiwa-jiwa oleh usaha-usaha dakwah yang benar, tetapi kami tetap menghargai keyakinan saudara-saudara kita yang meniti jalan parlementer.

Dengan dakwah yang benar untuk meniti manhaj yang benar, kami yakin kita akan sanggup membentuk jaringan orang-orang yang bertekad untuk meniti jalan yang lurus terlepas dari tingkatan keislaman masing-masing. Jaringan yang terus menerus dibina secara Islami adalah embrio sebuah masyarakat Islami…

Tak usah ragu untuk menjadi anggota, tidak ada syarat apapun juga! Anda tak akan terbebani oleh beban apapun juga. Kami tidak meminta harta anda. Hubungan kita tidak didasarkan atas harta. Kami akan memberi tahu tentang kegiatan-kegiatan kami dan anda bisa mengikuti jika anda menghendakinya dan tidak ada pertanyaan mengapa tidak mengikutinya.

Semua tanpa beban… semua hanya ketentraman…

Daftarkan diri anda sekarang juga. Ketik:

Daftar#Nama#Jenis kelamin#Tahun kelahiran#Kota domisili-w (jangan lupa akhiri dengan huruf “-w” setelah kota domisili, untuk memudahkan data Anda masuk ke mesin database kami)

Kirim ke: 08121 000 9451 (tarif biasa)

Setelah menerima nomer keanggotaan, anda kami minta mengirimkan alamat email (jika ada) dan alamat pos yang sejelas-jelasnya ke nomer yang sama untuk memudahkan korespondensi kita. Dengan cara ketik:

Lengkapi#Nama#Alamat lengkap#Email anda

Kirim ke: 08121 000 9451

Atas nama DPP HASMI-BOGOR, kami ucapkan banyak terima kasih atas kesudian anda menyimak pesan kami ini.

Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakaatuh

ISLAM

RAHMATAN LIL ‘ALAMIIN

ISLAM

ISLAM SEBAGAI AGAMA merupakan satu matarantai wahyu Alloh yang menyatu dan kehadirannya di muka bumi telah dinyatakan final serta sempurna hingga akhir zaman. AjaranIslam merupakan satu kesatuan yang terdiri atas ketauhidan dan amal yang dibangun di atas prinsip ibadah hanya kepada Alloh Swt, bahkan ajaran tentang tauhid (prinsip keesaan Alloh Swt) merupakan sistem kehidupan (manhaj al-hayat) bagi setiap muslim kapan dan di mana pun. Pendek kata, Islam itu satu kesatuan yang  menyeluruh dan tidak dapat dipecah-pecah, al-Islâm kullun lâ yatajazâ.

Umat ini adalah umat yang kuat dan jaya. Kekuatan dan kejayaan yang bersandarkan kepada satu-satunya agama pencipta alam semesta Yang Maha Berkuasa yang telah menjanjikan kemenangan untuk umat ini. Sejarah pun telah membuktikan! Tetapi mengapa kita sekarang menjadi kaum terbelakang dan tertindas?!

Jawabannya adalah karena kita bukanlah kita lagi!! Sebelum benteng terakhir umat ini runtuh pun, mayoritas kita sudah berjalan di luar kemurniaan Islam dan cinta dunia sudah merasuk ke dalam hati. Cinta dunia sudah menjauhkan kita dari cinta juang! Sehingga kaum muslimin sangat takut kalau ia harus kehilangan satu-satunya nyawa untuk membela dinullah yang haq ini! Menjadikan kehidupan akhirat di hati-hati kita hampir-hampir hanya sekedar dongeng sebelum tidur!!

Umatpun tenggelam di keterpurukan yang kelam…

Setelah sistem khilafah terakhir itu runtuh, semuanya pun porak-poranda! Peradaban Salibis merambah dan merubah kebanyakan rambu-rambu jalan pemikiran. Paradigma pemikiran dirubah secara sistematis dan cepat. Pandangan tentang kebaikan dan keburukan berubah total.

Keporak-porandaan ini bukan hanya melahirkan perubahan fisik dan tata cara kehidupan secara besar-besaran, tetapi juga sangat mengguncang jiwa umat ini. Banyak di antara mereka pada akhirnya menyerah pada realita baru yang ada di hadapan mereka. Tetapi banyak pula yang tidak sudi untuk menyerah. Bahkan, realita itu membuat mereka bangkit sebagaimana Adam telah bangkit dari “keterjatuhannya”.

Mereka mencoba untuk berbuat sesuatu agar bisa mengembalikan “kondisi lama” dan “mengenyahkan kondisi baru ini” karena seburuk-buruknya kondisi lama, ia masih lebih Islami daripada kondisi pasca keruntuhan. Tetapi masalahnya terlalu besar! Tumpukan puing-puing itu terlalu luas dan tinggi!

“Pandangan yang salah” tentang realita dan masa pra-realita yang menyebabkan munculnya realita baru ini, telah mengarahkan mereka untuk mengambil langkah-langkah cepat dan dangkal. Mereka mencoba menyusun puing-puing yang runtuh untuk membangun kembali tubuh yang runtuh itu dan lupa atau tidak mengerti masalah ”keterpurukan ruhani”. Lebih lupa atau tidak mengerti lagi bahwa selain syarat untuk bisa berdiri kembali, kebangkitan ruhani dengan meniti Sirotulmustaqim adalah sebuah tujuan, bahkan satu-satunya tujuan! Jalan keselamatan dunia akhirat satu-satunya!

Umat ini adalah umat yang hidup penuh energi. Karena manhaj Islam manhaj yang sangat energik dan tidak bisa dimatikan. Walaupun “penegakkannya” secara sempurna, terkadang terlumpuhkan di waktu-waktu tertentu, tetapi manhaj ini tetap hidup bergelora di dalam jiwa-jiwa penganutnya yang mengerti hakikat manhaj itu dengan baik.

Bersumber dari kevitalitasan, keabadian, dan kedinamisan manhaj ini, bermunculanlah tak lama setelah peresmian keruntuhan, bahkan sebelum peresmian pun, harokah-harokah (gerakan-gerakan) Islamiyyah yang bertujuan “melanjutkan” kehidupan Islami dalam bernegara dan bermasyarakat. Bertambah lama, bertambah banyak pula usaha-usaha yang serupa, baik dalam bentuk pergerakan (harokah) ataupun usaha-usaha kelompok-kelompok kecil sampai usaha-usaha perorangan.

Usaha-usaha itu tumbuh di dalam suatu atmosfer yang sulit sekali. Situasi yang terbentuk oleh hegemoni Yahudi dan Salibis internasional setelah perang dunia pertama dan bertambah ketat setelah perang dunia kedua, dimana negara-negara baru kaum Muslimin mulai bermunculan dengan beraneka ragam dan bentuk dengan suatu kesamaan, yaitu menyisihkan hukum-hukum syariat Islam dari kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

Para pemimpin negara-negara baru itu pun “tidak mampu” untuk mengembalikan penegakkan syariat di negara-negara mereka, dikarenakan tekanan-tekanan Barat dan “pengepungan” yang sangat kuat, yang dalam waktu bersamaan menimbulkan penjamuran aliran-aliran sesat, kemerosotan akhlak dan “penjauhan” dari kemurnian berlanjut terus dan terus….! Hampir-hampir semua macam kesesatan dan kemaksiatan bermunculan di tengah-tengah umat bagaikan sebuah jaring jala yang mengikat dan memberatkan kebangkitan kembali.

Namun, tumbuhnya kesadaran pada minoritas umat untuk segera bangkit dari keterpurukan ini dalam bentuk harokah-harokah Islamiyyah adalah hal yang patut disyukuri. Harokah-harokah tersebut merupakan titik-titik cahaya di malam yang gelap gulita dan tambah lama tambah membesar sebagai mana kepekatan pun kian bertambah pula.

Harokah-harokah itu dilahirkan di kegelapan keterpurukan ruhani dan peran. Karena itu harus memulai jalannya dari titik bayi yang tambah lama bertambah dewasa. Pandangan terhadap keterpurukan dan penyebab terjadinya keterpurukan itu masih tersamarkan. Muncullah pandangan-pandangan yang berbeda-beda tentang keterpurukan dan penyebabnya, perbedaan pandangan ini menyebabkan juga perbedaan-perbedaan strategi dalam melakukan usaha-usaha kebangkitan.

Di Indonesia, sejak awal abad ke-20 sampai sekarang gerakan-gerakan Islam terus bermunculan. Gerakan-gerakan yang berdiri pada zaman penjajahan pada umumnya berkonsentrasi pada lapangan pendidikan formal dan pesantren. Sedangkan gerakan-gerakan yang terlahirkan setelah kemerdekaan kebanyakan berkonsentrasi kepada gerakan massa. Selain gerakan-gerakan yang memang murni produk Indonesia, ada juga gerakan-gerakan yang merupakan “gerakan anak” dari harokah-harokah di Timur Tengah, seperti misalnya Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir.

Harus difahami bahwa Perjuangan syar`i dalam Islam, yaitu perjuangan fi sabilillah, yaitu semua jenis usaha halal demi untuk meningkatkan dan mininggikan kalimatulloh. Dengan ungkapan lain semua usaha halal yang dilakukan dengan semaksimal kemampuan dan kesanggupan untuk menegakkan kedaulatan Alloh syar’iyyah di alam nyata ini.

Di setiap kondisi, usaha-usaha perjuangan yang mu’tabar bisa berbeda-beda bentuk isi, cara dan bobotnya. Setiap perjuang harus pandai menentukan usaha-usaha yang cocok untuk setiap kondisi, dengan panduan manhaj perjuangan para anbiya dan Nabi kita Muhammad Saw pada khususnya :

Tetapi pada dasarnya perjuangan itu berkisar pada tujuan-tujuan :

  1. Menjaga kemurnian agama dan menyebarluaskannya. Hal ini menuntut kita mempelajariIslam dengan manhaj Rosululloh saw dan shahabatnya, yaitu manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah, mengamalkannya dan mendakwahkannya.
  2. Menegakkan syari’atulloh sebagai satu-satunya undang-undang yang didaulat umat manusia.

Kedua poin inilah yang dimaksud dengan penegakkan kedaulatan Alloh syar’iyyah.

Di dalam kondisi seperti dimana kemurnian Islam menjadi kabur atas mayoritas putra-putri Islam di Indonesia, maka tugas utama kita adalah mempelajari, mengamalkan, dan mendakwahkan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Setiap personal yang sudah dimanhajkan harus dimobilisir sedapat mungkin untuk melaksanakan tugas yang sama dalam suatu keterikatan jaringan kerja yang akan menjadi pendukung bahkan pelaksana penegakkan syari`ah di kemudian hari.

Kita harus tidak menoleh kepada program politik apalagi jalur parlemen pada marhalah ini. Jalur politik Islami yang menentang hegemoni salibis tanpa mempunyai kekuatan pendukung yang cukup, adalah pekerjaan membuang waktu dan tenaga, bahkan bisa menyeret ke arah kehancuran manhaj dan fisik. Mengapa banyak saudara kita yang terjerumus dalam perjuangan seperti ini seperti yang diwakili oleh Ikhwanul Muslimin? Perlu difahami bahwa kelelahan dalam menanggung berbagai derita perjuangan dan tekanan-tekanan berat yang diterima oleh para pejuang dari para pengusung Negara sekuler telah banyak memberikan saham pandangan untuk masuk dalam panggung politik. Apalagi ketika pandangan penyebab dari keruntuhan umat itu sendiri telah kabur, tidak tampak jelas di tubuh harokah Islamiyah yang muncul saat itu, sehingga arah perjuangan ditujukan kepada konsentrasi berdirinya daulah Islamiyah.  Dengan demikian, ketika daulah Islamiyah dipandang sebagai satu-satunya solusi kebangkitan umat dan tidak bisa terwujud saat ini kecuali dengan merebut lembaga-lembaga pengendali Negara dikarenakan super powernya system yang ada, maka merekapun terkecoh untuk mengarahkan operasi kerjanya ke arah politik ini. Kita sangat sadar bahwa banyak sekali sisi negatif umat telah diminimalisir oleh keikutsertaan para harokiyun di panggung politik, akan tetapi menjadikan medan ini sebagai tulang punggung perubahan umat sangat mustahil terjadi baik secara syar`i maupun secara fakta.

Kita juga jangan terjebak untuk berpikir melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal yang mengganggu keamanan! Walaupun sasarannya adalah orang-orang kafir. Hal-hal tersebut tidak akan berbuah kemajuan ke arah tujuan. Di samping ke syar’iyyahan amal seperti itu masih sangat dipertanyakan. Mengapa banyak pula saudara kita yang lebih memilih jalan ini? Jalan kekerasan yang nyata sekali merusak banyak infrastruktur yang ada di negeri ini? Mereka akan mengatakan bahwa terlalu banyak dalil-dalil dalam Al Qur`an dan Sunnah yang menjelaskan bahwa jihad dalam arti qital (pertempuran) adalah dzirwah sanamil islam (amal islami tertinggi) wajib yang memiliki banyak keutamaan di dunia dan di akhirat. Kita tidak menolak kesyar`iyyahan jihad dalam arti qital sebagaimana kita mengimani kesyar`iyyahan solat, soum atau haji. Akan tetapi setiap hukum syar`i memiliki syarat-syarat realita pelaksanaannya. Walaupun solat itu wajib secara hukum syar`i, akan tetapi kita tidak bisa melaksanakan solat sebelum waktunya tiba. Ini masalah-masalah hukum pribadi yang sama sekali tidak terkait dengan komponen infrastruktur atau manusia lainnya. Mengapa kalau bicara jihad kita tidak sama sekali berbicara tentang realita masyarakat yang ada, memperhitungkan maslahat dan mudorot, batas kemampuan maksimal, target dan sasaran yang diminimalisir dan lain-lain. Padahal jika kita bicara solat, kita membicarakan sangat ketat tentang waktunya sudah masuk atau belum, wudu kita sudah sah atau belum, pakaian kita kotor atau tidak, kalau kita tidak mampu berdiri boleh duduk atau tidak. Alloh swt sendiri sang Pencipta dan Pembuat hukum menetukan pelaksanaan hukum-hukum sesuai dengan komponen-komponen kemanusiaan dan realita yang ada. Cobalah baca Firman Alloh Swt:

Thaa Siin Miim. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah). Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir’aun de- ngan benar untuk orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Fir’aun Telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir’aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Dan kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi), Dan akan kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan kami perlihatkan kepada Fir’aun dan Haman beserta tentaranya apa yang Se- lalu mereka khawatirkan dari mereka itu. Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa; “Susuilah Dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya Maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, Karena Sesungguhnya kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul. (Qs. Al-Qosos [28]: 1-7)

Kebangkitan Perjuangan Islam

Di tengah-tengah kebangkitan perjuangan Islam, Kita disudutkan oleh pandangan yang mengatakan bahwa para pengusung perjuangan Islam adalah orang-orang yang tidak peduli dengan pluralitas alam, manusia dan kemanusiaan. Mereka sengaja mengaburkan pandangan tentang pluralitas dengan pluralisme, sehingga sisi pluralitas yang sesungguhnya telah menjadi keniscayaan dalam kehidupan manusia dan keindahan dari bentuk sifat-sifat Alloh Swt seakan harus menjadi pembenaran bagi sebuah kebenaran pluralisme. Islam mengakui wujud pluralitas, bahkan menerimanya sebagai keindahan dari wujud sifat-sifat Alloh Swt yang amat sempurna. Adanya laki-laki dan wanita, adanya orang miskin dan orang kaya, adanya orang kafir dan orang mu`min, adanya orang jahil dan orang alim semuanya sudah menjadi kenyataan yang tidak mungkin orang berakal menolak keberadaaannya. Akan tetapi tak mungkin kita mengatakan bahwa semua yang menunjukkan pluralitas berarti semuanya benar, tidak ada yang salah. Bukankah kita harus mengakui bahwa 5X5 hanya mempunyai satu jawaban yang benar yaitu 25 dan jawaban yang salah tak terbatas?

Perjuangan Islam tidak berarti meruntuhkan pluralitas alam, manusia dan kemanusiaan, karena semuanya pasti ada dan sudah menjadi wujud dari keindahan sifat Alloh Swt.  Akan tetapi tetapi dalam konteks keadilan, kebijaksanaan dan kebenaran hanya ada satu yang dapat menentukan, yaitu ajaran Alloh Swt sang Maha Pencipta, Pemilik dan Pengatur alam semesta.

Islam Sunnah sebuah website Kebangkitan yang dipersembahkan oleh www.hasmi.org selalu kunjungi laman ini.

http://hasmi.org/anggota/images/index_01.gif http://www.fajrifm.com/new/live/logo.png